SERGAI-SR
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) telah menyediakan sarana isolasi terpusat (Isoter) bagi pasien Covid-19, di kawasan Replika Istana Sultan Serdang, Jalan Lintas Sumatera Medan-Tebing Tinggi, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan.
Sarana dan prasarana Isoter tersebut merupakan tempat yang terbaik dibandingkan Isoter lain yang ada  kabupaten/kota di Sumatera Utara. Bangunan ini awalnya diperuntukkan sebagai rumah dinas OPD Kabupaten Sergai sebelum pandemi Covid-19.
Hal itu dikatakan Bupati Darma Wijaya, didampingi Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, Dandim 02/04 Deliserdang, Letkol. Kav. Jackie Yudha, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Serdang Bedagai, Nina Deliana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sergai, dr Bulan Simanungkalit dan OPD lainnya, saat meresmikan sarana Isoter bagi pasien Covid-19 yang berstatus tanpa gejala (OTG), Jumat (3/9/2021).
“Rumah-rumah ini awalnya untuk kepala dinas Pemkab Sergai, agar seluruh ASN tinggal di Sergai demi menunjang kinerja lebih baik. Tetapi karena Covid-19, tidak jadi. Ternyata, Tuhan punya rencana lain, hingga akhirnya dijadikan rumah isolasi terpusat ini,” ujar bupati.
Bupati mengatakan meskipun tidak diharapkan bertambahnya jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi sarana yang sudah ada dipergunakan dengan baik. Dibandingkan dengan isolasi mandiri (isoman), Isoter tempat yang jauh lebih aman dan nyaman bagi pasien yang terjangkit virus corona.
“Jangan pula setelah disiapkan Isoter ini, yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala, tidak ada yang datang kemari. Nah, kan ada salah satu ASN kita yang terpapar, dia kan OTG, suruh Isoter di sini. Kalau tidak ada yang mulai, masyarakat pasti khawatir. Makanya kalau ada, pindahkan ke Isoter ini,” kata bupati.
Bupati Darma Wijaya juga mengingatkan kepada Satpol PP sebagai garuda terdepan keamanan, untuk menjaga lingkungan ini dengan baik. Jangan sampai, lanjutnya, ada lagi kehilangan-kehilangan barang yang tidak diinginkan. “Kita jaga benar-benar lingkungan ini,” sebutnya.
Asisten I, Nina Deliana, sebelumnya menyampaikan tempat Isoter ini terdiri dari 15 rumah masing-masing dua kamar dengan fasilitas lengkap. Tempat Isoter terbagi dua, di sisi kanan perempuan dan laki-laki di sisi kiri. Kantor pelayanan dengan fasilitas dan petugas kesehatan, juga berada di lingkungan tersebut.
Menurutnya, dasar persiapan dan pelaksanaan Isoter merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo. Kabupaten Sergai menyiapkan tempat yang sangat layak dan bagus. Meskipun anggaran sudah ada, tetapi pihaknya tidak berharap ini terisi pasien Covid-19. Sebab, bisa jadi penyebaran virus corona masih tinggi di Sergai.
“Ada beberapa syarat yang pasien dinyatakan positif, antara lain dinyatakan reaktif positif dan usia 45 tahun ke atas tanpa gejala. Kemudian, petugas keamanan yang berjaga juga di tingkatkan,” ungkapnya. (BD)