Sergai.com – Tebing Tinggi
Untuk pertama kali dikejaksaan negeri tebing tinggi Periksa Ketiga tersangka yakni PS oknum Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tebing Tinggi, MP Kasi Kurikulum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan EE, Kabid Dikdas selaku Manager Dana BOS Kasus pengadaan buku panduan pendidikan SD ( Sekolah Dasar ) dan SMP ( Sekolah Menengah pertama ) pada Dinas pendidikan Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran ( TA ) 2020 sebesar 2.4 Milyar.
Hal itu disampaikan oleh Kasi Intel Ranu Wijaya SH yang didampingi Kasi Pidana Khusus Chandra Syahputra SH, Kasi Barang Bukti Okta Fiada Ginting, Asri Eza, Rumanty Sagala, Dwi Novianto pada keterangan pers kamis ( 17/9/2020) diruang Informasi Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi.
Menurut penjelasan Ranu menyebutkan, dalam kegiatan pengadaan buku panduan pendidik SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) pada Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp2,4 miliar ini berasal dari dana alokasi umum Kota Tebing Tinggi.
Dari hasil penyelidikan, dana tersebut sudah terserap seratus persen, namum buku yang digadang gadang bakal disebar keseluruh sekolah sekolah baik SD maupun SMP dibulan april 2020 kemarin ternyata tidak ada sama sekali alias fiktif.
kemudian, karena pihak kejaksaan sudah menyelidiki pengadaan buku tersebut, tim penyidik terlihat dinas pendidikan tergesah – gesah melengkapi buku kesekolah sekolah seolah olah buku yang sebanyak 55 judul tersebut ada bukan fiktif.
“ memang setelah kita selidiki, bahwa dinas pendidikan terlihat tergesah gesah untuk melengkapi buku yang sejumlah 55 judul, untuk supaya terlihat bahwa buku itu memang ada, dalam hal ini kita meminta pihak ahli pidana dan juga kita minta kerugian negara dan menyatakan ini masuk pidana korupsi,” jelas Ranu Wujaya didampingi Kasi Pidsus Chandra Syahputra.
Lanjut ranu, kerugiaan negara memang saat ini masih menunggu dari BPKP tetapi menurut tim penyidik kejaksaan negeri tebing tinggi ini kerugian negaranya total sebesar 2,4 Milyar, karena pengadaan buku tersebut fiktif.
Ditanya soal pihak rekanan, tim penyidik sudah memeriksa sekitar 10 rekanan yang perusahaannya digunakan untuk pengadaan buku tersebut. Dan perusahaan tersebut menurut hasil pemeriksaan tim penyidik, itu hanya dipinjam pakai oleh tersangka EE yakni Manager BOS yang juga Kabid Pendidikan Dasar dan menegah dan Perusahaan tidak tau sama sekali.
“ kami sudah memeriksa 10 perusahaan, mereka mengatakan perusahaan nya hanya dipinjamkan dan digunkan oleh EE untuk pengadaan buku ini, dan mereka pun tidak mengatuhuinya,” kata Kasi Intel.
Sekda Jamin Tersangka untuk Tidak Ditahan
Ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya belum dilakukan penahan karena pada saat pemeriksaan awal dan setelah ditetapkan sebagai tersangka, mereka selalu koperaktif dalam pengumpulan data data yang tim penyidik minta.
Kemudian, alasan yang diungkapkan oleh pihak kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, para tersangka ini berjanji untuk mengembalikan kerugian negara sebesar 2,4 Milyar pada hari senin mendatang, sehingga alasan ini lah nanti nya kita pertimbangkan.
Lalu, ketiga tersangka ini dijamin oleh Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi untuk tidak dilakukan penahanan, karena ketiga tersangka ini masih ASN Aktif dan dijamin tidak melarikan diri dari Wilayah Kota Tebing Tinggi.
“ untuk saat ini mereka belum bisa kita lakukan penahan, karena alasananya mereka koperaktif, kedua, mereka berjanji akan mengembalikan kerugian negara 2,4 miliyar, dan mereka dijamin oleh Sekda Kota Tebing Tinggi karena mereka masih aktif sebagai ASN,” tegas Ranu.
Kadisdik Sakit Saat Pemeriksaan Sebagai Tersangka
Sejak ditetapkan sebagai tersangka ketiganya mulai diperiksa secara intensif oleh penyidik Kejaksaan negeri Tebing Tinggi, pemeriksaan PS Oknum Kepala Dinas Pendidikan yang dimulai dari pukul 10.00 pagi terhenti lantaran mengeluhkan sakit alias kurang enak badan.
Akibatnya, proses pemeriksaan terhadap PS dihentikan sementara menunggu kondisi tersangka membaik, dan dapat melanjutkan pemeriksaan yang akan dijadwalkan kembali oleh pihak kejaksaan negeri tebing tinggi.
Oknum PS yang mengeluhkan sakit ternyata direspon olek penyidik kejaksaan negeri tebing tinggi dan mendapat pemeriksaan oleh dokter yang dihadirkan oleh tim penyidik. Dan hasil nya Tersangka PS tidak dapat melanjutkan pemeriksaan dan diijinkan pulang sekitar pukul 15.00 Wib. ( BD – 01)
Keterangan Gambar : terlihat Kasi Intel Ranu Wijaya SH yang didampingi Kasi Pidana Khusus Chandra Syahputra SH, Kasi Barang Bukti Okta Fiada Ginting, Asri Eza, Rumanty Sagala, Dwi Novianto menunjukkan buku pengadaan itu pada keterangan pers kamis ( 17/9/2020) diruang Informasi Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi.( BD – 01 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here