Bupati Sergai Ir.H. Soekirman didampingi Kadis Kes dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes meninjau proses rapid test di areal kerja PT. Aqua Farm Nusantara
SERGAI- SR
 Sebanyak 2200 karyawan PT. Aqua Farm Nusantara Regal Spring Indonesia (RSI) kembali menjalani rapid test yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kab Sergai Kamis (30/7). Kegiatan rapid test itu juga di hadiri Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Kadis Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes serta Pimpinan HRD RSI HRD David Tampubolon dan petinggi RSI lainnya.
Dalam kesempatan itu  David Tampubolon mengucapkan terimakasih nya atas dukungan dari Pemkab Sergai hingga proses rapid test terhadap karyawan dapat berjalan lancar. Dalam penanganan resiko covid-19 di perusahaan RSI sangat mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan juga masyarakat setempat dan pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengatakan sejauh ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih menjalani masa pantau selama 14 hari sebanyak 483 orang. Sedangkan yang sudah dinyatakan selesai sebanyak 977 orang. Jumlah PDP sebanyak 3 orang, 1 di antaranya berobat langsung ke faskes di Medan, 2 lainnya dirawat di faskes di Sergai, sedangkan yang sudah selesai pengawasan sebanyak 45 orang. Selanjutnya untuk yang meninggal yaitu 6 orang PDP, 2 orang ODP dan 1 orang positif Covid-19,”
Untuk  total kasus Covid-19 di Sergai menjadi 41 orang dengan rincian 22 orang warga telah dinyatakan sembuh, 18 kasus positif Covid-19 sedang dalam isolasi dan perawatan intensif di RS rujukan serta 1 orang positif Covid-19 meninggal dunia.
Dengan jumlah itu Lanjut Soekirman, Kab Sergai mulai dari zona hijau, menjadi zona kuning, merah dan kini menjadi orange. Soekirman juga mengapresiasi PT. AN RSI yang tetap menjaga protokoler kesehatan dengan ketat
Sementara itu Kadis Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit mengatakan rapid test yang dilakukan merupakan skrining dari sebelumnya karyawan yang positif. Dalam rapid jika ada ditemukan reaktif maka tindakan selanjutnya akan dilakukan PCR hingga dapat memastikan positif covid-19.
Selanjutnya jika kembali ditemukan positif covid-19 maka dilakukan isolasi dan bisa dilakukan di rumah tidak harus ke rumah sakit.
Bagi yang menjalani isolasi di rumah jangan di buat menjadi stigma seperi menjauhi, di harapkan warga setempat bisa bersinergi jangan di tolak namun harus di dukung, supaya mereka tidak keluar rumah dan bergotong royong memberikan makanan dan apa yang mereka butuhkan, Papar dr. Bulan Simanungkalit, M.kes.
Untuk rapid test lanjut dr. Bulan Simanungkalit pihak Dinkes hanya menyiapkan tenaga medis yang bekerja siang hingga malam selama dua hari dan hanya diberikan makan saja, untuk alat rapid test di sediakan oleh pihak perusahaan.(BD-01)