Tebing Tinggi – Sergai.com

Belasan organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Tebing Tinggi menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua KNPI Kota Tebing Tinggi, M Syahri Damanik, karena dinilai telah gagal dalam merangkul OKP yang bernaung di bawah kepemimpinannya. Pernyataan mosi tidak percaya disampaikan Ketua GM.KB-FKPPI Tebing Tinggi, Caesar Sofyan Rao bersama Ketua GP Anshor Kota Tebing Tinggi, Mhd Ansari Akbar, didampingi Sekretaris Indra Perwira H Siregar dan sejumlah unsur pengurus OKP, Selasa sore kemarin, di Café Kita, Jalan Ahmad Yani.

Disampaikan Cesar, Ada beberapa poin yang membuat mereka menarik dukungan atas kepemimpinan M Syahri Damanik. Pertama, tugasnya sebagai ketua terpilih untuk membentuk kepengurusan KNPI hingga kini belum rampung, point Kedua, yang sangat parah menurutnya, tidak melibatkan tim formatur dalam membentuk kepengurusan. Ketiga, ada beberapa kebijakan yang diambil ketua KNPI tanpa melibatkan tim formatur.

“Kami yang merupakan tim formatur hingga saat ini tidak pernah dipanggil dan dikumpulkan untuk rapat dan diajak komunikasi masalah pembentukan kepengurusan. Jadi apa fungsi kami sebagai tim formatur, itulah dasarnya mengapa kami anggap beliau telah gagal,” ujar Caesar Sofyan Rao.

Caesar mengklaim, dari 17 OKP di Kota Tebing Tinggi, 14 di antaranya telah menarik dukungan dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan M Syahri Damanik hasil musda dan hingga kini SK belum turun.

“Kami merasa keberatan, kecewa dan hari ini kami mau menarik dukungan dari dia, dan kami meminta kepada Ketua KNPI Sumatra Utara, El Adrian Shah untuk menindaklanjuti pernyataan ini, menimbang dan mengevaluasi saudara Syahri Damanik sebagai Ketua KNPI Kota Tebing Tnggi,” tandasnya.

Menurut Caesar, pasca Musda KNPI di bulan Oktober 2019 yang lalu, Ketua KNPI tidak pernah menunjukkan kepemimpinannya sebagai ketua dalam membangun komunikasi dengan seluruh OKP yang bernaung di bawah KNPI.

“Sudah lebih setengah tahun tapi tidak ada pergerakan KNPI di Tebing Tinggi. Jadi kami ini mau dibawa ke mana dan harus berbuat apa? Percuma dia sebagai ketua kalau tidak mampu mewadahi dan memfasilitasi kami dengan pemerintah kota,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi M Syahri Damanik mengatakan, sesuatu yang wajar ketika beberapa kelompok OKP melakukan mosi tidak percaya atas kepemimpinannya.

“Menyuarakan pendapat dan tindakan mosi tidak percaya adalah bagian dari proses demokrasi organisasi. Saya dan kawan-kawan pengurus harus dewasa dan bijaksana dalam menanggapi hal itu. Namun yang saya kecewakan adalah sikap yang terlalu terburu-buru. Jika memang kami belum bisa merealisasikan apa yang menjadi harapan kita bersama, seharusnya lakukan klarifikasi dengan duduk bersama sehingga terhindar dari opini berbagai kepentingan politik,” jelasnya. ( BD01 )