SERGAI-SR
Kab Sergai ternyata sudah lama dikenal sebagai areal perkebunan kelapa sawit. Bukan hanya penghasil crude palm oil (CPO) yang merupakan bahan baku minyak goreng, akan tetapi juga penghasil benih unggul yang sudah diakui dunia. Seperti halnya PT Socfindo Kebun Bangun Bandar Dolok Masihul, telah lama melayani kebutuhan kecambah sawit dunia meliputi benua Asia, Amerika Selatan, dan Afrika.
Hal ini disampaikan Bupati Sergai Ir H Soekirman saat melakukan lawatan di Zanzibar Tanzania, Afrika sebagai Pembicara pada Forum Inter Religious Peace Confrence (Konferensi Perdamaian Agama) kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal M.Si melalui WhatsApp, Rabu  (25/9) malam.
Dikatakan Soekirman bahwa di Negara Afrika pengguna benih sawit asal Sergai adalah Gabon, Sierralone, Nigeria, Cameroon, dan Ivory Coast. Kedepan sedang dijajaki perluasan ke Afrika Timur yakni Zanzibar Tanzania.  Bupati Soekirman juga menyempatkan waktu presentasi kepada pengusaha Zanzibar di Zanzibar Beach Resort. Bermodal Katalog Benih kelapa sawit, brosur Run Palm Oil 2019 dan Buku Onderneming Van Sergai, business meeting pun berjalan dengan mulus.
Selain executif business meeting Bupati Sergai dengan didampingi Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Marliah Soekirman telah lakukan studi banding wisata agro di Zanzibar. Paket tour yang dikemas dengan Spice Farm Tour (wisata rempah) langsung dikunjungi. Desa Kimbizani 12 km timur Stonetown Zanzibar salah satu site yang dilihat disamping banyak site lainnya.
 Dari kunjungan singkatnya, Bupati Soekirman, yang juga ketua PERHIPTANI Sumut menyimpulkan ; Indonesia, khususnya Sumut adalah gudangnya paket Farm Tour, semua yang dijual Zanzibar ada bahkan lebih banyak di Indonesia. “ Sayangnya belum kita kemas dan belum dipromosi secara kreatif,” ujarnya.
 Dikatakan Soekirman bahwa hal ini yang akan  dibawa untuk bahan diskusi dengan banyak pihak termasuk para pekerja agama dan organisasi profesi serta pemerintah daerah agar bersama- sama menggerakkan potensi agro wisata di Sergai.
Sosio teknis dan sosio budaya serta environment kita sangat potensial mendukung gerakan ekonomi desa. Apalagi sekarang sudah banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tentu dapat menjadi core bisnis yang menguntungkan, demikian disampaikan Bupati Soekirman kepada Kadis Kominfo H Akmal M.Si.(BD01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here