SR-TEBINGTINGGI Anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal, mempunyai kecerdasan, berkarakter dan berkualitas tentu menjadi harapan semua orang tua, namun cukup banyak tantangan yang dihadapi.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan anak, penculikan anak dan tindak kriminal lainnya menjadi ancaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Gul Bakhri Siregar saat membuka Seminar Perlindungan Anak dengan thema ‘Pengasuhan Anak dengan Kasih Sayang dan Persahabatan’ yang diselenggarakan Bappeda Kota Tebing Tinggi, di Aula Pondok Bagelen Tebing Tinggi, Selasa (22/8).

Disampaikannya, selain KDRT dan tindak kriminal, pengaruh media massa dengan tayangan-tayangan yang tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak juga menjadi ancaman tersendiri bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Pengaruh lain seperti ibu bekerja ataupun sekolah terpadu yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajarnya dari pagi hingga sore menjadi faktor yang mempengaruhi porsi pengasuhan langsung yang dilakukan orang tua menjadi berkurang”, jelas Gul Bakhri.

Menurutnya, peran keluarga merupakan pilar utama yang harus mengenalkan nilai-nilai kepada anak dan pengasuhan memegang peranan penting dalam proses tersebut.

“Keluarga dalam hal ini khususnya orang tua, sebagai pelaku dalam proses pengasuhan tidak bisa terlepas dari lingkungan dimana sebuah keluarga berada. Dan menjadi sahabat anak merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan (parenting) yang dapat diterapkan orang tua dalam pendidikan keluarga”, jelasnya.

“Semua berawal dari rumah, pola asuh orang tua dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak, karena orang tua merupakan figur pelindung, pemberi dan pemerhati sekaligus role model bagi anak-anaknya dalam kesehariannya,

Anak-anak tidak hanya membutuhkan figur orang tua, mereka juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya, sebagai orang terdekat anak, orang tua juga harus bisa berperan memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak-anaknya”, jelas Gul Bakhri yang juga Kepala Bappeda Tebing Tinggi.

Seminar yang diikuti oleh puluhan guru mulai dari tingkat PAUD/TK hingga guru SMA serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan peduli perempuan dan anak se Kota Tebing Tinggi itu menghadirkan tiga orang narasumber masing-masing Psikolog dari Minauli Consulting Dra Irna Minauli M.Si

Dalam makalahnya berjudul ‘Waspadai Pedhopilia’ Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia Rahmat Nur Kurniawan S.Psi memaparkan tentang Peran orangtua dalam pencegahan HIV/AIDS pada Anak serta Ketua Yayasan Pusaka Indonesia Sumatera Utara Elisabet Juniarti SH yang memaparkan tentang Menyelamatkan Anak Indonesia dari Darurat Rokok. ( BD01)